-
Keperawatan Paliatif Pada Pasien Kanker
Kanker merupakan penyakit yang sangat mematikan. WHO memprediksi bahwa kanker akan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Sebanyak satu dari delapan pria dan satu dari sebelas wanita meninggal karena kanker. Di Indonesia, kanker menjadi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Tiap tahun diperkirakan terdapat 100 kasus per 100.000 penduduk mengalami kanker.Menurut data Globocan tahun 2012, kasus baru tertinggi kanker di Indonesia untuk laki–laki adalah kanker paru, yang diikuti oleh kanker kolorektal. Tingginya angka kematian kanker paru disebabkan karena kanker paru biasanya diketahui saat sudah dalam keadaan stadium lanjut sehingga sulit untuk diobati.Pada perempuan, kasus kanker tertinggi adalah kanker payudara dan diikuti oleh kanker leher rahim. Data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) 2010 menyebutkan, jumlah penderita dari kedua jenis kanker tersebut adalah 40% dari jumlah keseluruhan penderita kanker di IndonesiaKanker merupakan penyakit yang perlu mendapatkan perawatan secara paliatif. Apa itu paliatif? Paliatif berasa dari kata “palliate” yang artinya menguragi. Ini dapat diartikan perawatan paliatif berarti mengurangi keparahan tanpa menghilangkan penyebab, sehingga dapat dikatakan upaya paliatif merupakan suatu cara untuk meringankan atau mengurangi penderitaan pada pasien kanker.Perawatan kanker pada dasarnya tidak terkait pada pemberian obat, pembedahan maupun penyinaran, tetapi mencakup pencegahan sampai rehabilitasi. Perawatan paliatif membantu pasien kanker untuk hidup lebih nyaman sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penderita kanker yang sulit disembuhkan atau berada pada stadium lanjut.
2. Tujuan Perawatan Paliatif
Tujuan utama perawatan paliatif bukan untuk menyembuhkan penyakit. Dan yang ditangani bukan hanya penderita, tetapi juga keluarganya. Palliative care ini bertujuan mengurangi rasa sakit dan gejala tidak nyaman lainnya, meningkatkan kualitas hidup, dan memberikan pengaruh positif selama sakit, membantu pasien hidup seaktif mungkin sampai saat meninggalnya, menjawab kebutuhan pasien dan keluarganya, termasuk dukungan disaat-saat sedih dan kehilangan, dan membantu keluarga agar tabah selama pasien sakit serta disaat sedih. Palliative care tidak bertujuan untuk mempercepat ataypun menunda kematian.Lebih lanjut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan lagi bahwa pelayanan paliatif berpijak pada pola dasar berikut ini :1. Meningkatkan kualitas hidup dan menganggap kematian sebagai proses yang normal.2. Tidak mempercepat atau menunda kematian.3. Menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang menganggu.4. Menjaga keseimbangan psikologis dan spiritual.5. Berusaha agar penderita tetap aktif sampai akhir hayatnya.6. Berusaha membantu mengatasi suasana dukacita pada keluarga.Pentingnya bimbingan spiritual dalam kesehatan telah menjadi ketetapan WHO yang menyatakan bahwa aspek agama (spiritual) merupakan salah satu unsur dari pengertian kesehatan seutuhnya (WHO, 1984). Oleh karena itu dibutuhkan dokter dan terutama perawat untuk memenuhi kebutuhan spritual pasien. Karena peran perawat yang komprehensif tersebut pasien senantiasa mendudukan perawat dalam tugas mulia mengantarkan pasien diakhir hayatnya dan perawat juga dapat bertindak sebagai fasilitator (memfasilitasi) agar pasien tetap melakukan yang terbaik seoptimal mungkin sesuai dengan kondisinya.
3. Mekanisme Nyeri Pada Pasien KankerSalah stau keluhan pada pasien kanker adalah nyeri.. Nyeri kanker umumnya diakibatkan oleh infiltrasi sel tumor pada struktur yang sensitif dengan nyeri seperti tulang, jaringan lunak, serabut saraf, organ dalam, dan pembuluh darah. Nyeri juga dapat diakibatkan oleh terapi pembedahan, kemoterapi, atau radioterapi. Meskipun penyebab nyeri kanker dan tipenya bervariasi, mekanisme yang mendasarinya telah dipahami sebagai fenomena neurofisiologik dan neurofarmakologik yang kompleks.Dua golongan nyeri kanker dipaparkan sebagai nyeri nosiseptif, terdiri dari nyeri somatik dan nyeri viseral, dan nyeri neuropatik. Pengetahuan akan tipe nyeri kanker penting dalam penatalaksanaan nyeri kanker yang adekuat.Perawatan paliatif membantu pasien kanker mengurangi nyeri yang dialaminya. Tujuan dari perawatan paliatif dalam hal ini adalah membantu mengendalikan rasa nyeri saat pasien menjalani proses pengobatan hingga pasien mampu melawan penyakitnya.Pada tahun 2002, WHO mendefinisikan perawatan paliatif sebagai suatu pendekatan untuk memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi yang berhubungan dengan penyakit yang menganca jiwa. Caranya melalui tindakan pencegahan dan mengatasi penderitaan pasien dengan deteksi dini dan penilaian akurat mengatasi nyeri.
4. Penderitaan Penyakit Kanker
Yang menjadi fokus perawatan paliatif pada pasien kanker diantaranya sebagai berikut :a. Penderitaan Pasien Kanker (Psikologis) Gangguan psikologis dapat juga muncul akibat gejala fisik, progresifitas penyakit, kecacatan yang timbul, perubahan bentuk tubuh, ketergantungan fisik, kelelahan fisik, kegagalan pengobatan, biaya yang harus dikeluarkan, komunikasi yang buruk dengan petugas kesehatan, dllb. Penderitaan Pasien Kanker (Fisik) Gejala fisik juga dapat muncul karena pengobatan yang sedang dilakukan. Kemoterapi atau radiasi di bagian tertentu dapat memberikan efek samping mual, muntah, tidak nafsu makan, cepat lelah dan sebagainya. Nyeri atau gangguan fungsi bagian tubuh yang dioperasi dapat terjadi akibat operasi. Kondisi tirah baring dalam waktu lama dapat menimbulkan pasien merasa semakin lemah, gangguan buang air besar, luka dibagian tubuh yang tertindih dan sebagainya. Kondisi lain yang menyertai yang telah ada sebelumnya juga dapat menambah gejala yang munculc. Penderitaan Pasien Kanker (Fisik) Gejala fisik juga dapat muncul karena pengobatan yang sedang dilakukan. Kemoterapi atau radiasi di bagian tertentu dapat memberikan efek samping mual, muntah, tidak nafsu makan, cepat lelah dan sebagainya. Nyeri atau gangguan fungsi bagian tubuh yang dioperasi dapat terjadi akibat operasi. Kondisi tirah baring dalam waktu lama dapat menimbulkan pasien merasa semakin lemah, gangguan buang air besar, luka di bagian tubuh yang tertindih dan sebagainya. Kondisi lain yang menyertai yang telah ada sebelumnya juga dapat menambah gejala yang munculd. Penderitaan Pasien Kanker (Sosial) Kesulitan social pada pasien kanker dapat menimbulkan penderitaan, misalnya masalah hubungan interpersonal yang muncul akibat reaksi pasien, reaksi keluarga atau orang lain terhadap penyakitnya, masalah perkawinan, tidak adanya persamaan pendapat tentang pengobatan yang dijalani, perubahan peran dalam keluarga, kesulitan keuangan, penyakit yang dirahasiakan dsb.e. Penderitaan Pasien Kanker (Spiritual dan Agama) Masalah spiritual dan agama seperti menganggap penyakit akibat hukuman, menyalahkan diri sendiri, hidup tidak berguna dsb dapat menjadi sumber penderitaan.f. Penderitaan Layanan Keluargag. Selain pasien kanker, keluarga juga menjadi fokus perawatan paliatif karena keluarga menjadi support sistem keberhasilan perawatan pasien kanker. Penderitaan keluarga mungkin mengalami kelelahan akibat perubahan peran dalam keluarga, nutrisi yang tidak terpenuhi, kurangnya waktu tidur dan waktu olahraga dan mengerjakan hobinya dan melakukan kegiatan sehari-harinya. Keluarga berpotensi untuk mengalami stress psikologi.
5. Jenis Layanan Paliatif yang dapat Diberikan pada Pasien Kanker
Jenis layanan paliatif yang dapat diberikan pada pasien kanker antara lain:a. Konsultasi layanan paliatifb. Penanggulangan nyeric. Penanggulangan keluhan lain penyerta penyakit primerd. Bimbingan psikologis, social dan spirituale. Persiapan kemampuan keluarga untuk perawatan pasien di rumahf. Kunjungan rumah berkala, sesuai kebutuhan pasien dan keluargag. Bimbingan perawatan untuk pasien dan keluargah. Bimbingan perawatan untuk pasien dan keluargai. Asuhan keperawatan terhadap pasien dengan luka, gastrostomi, colostomy, selang makanan (NGT), kateter dllj. Membantu penyediaan tenaga perawat home carek. Membantu penyediaan pelaku rawat (caregiver)
l. Membantu kesiapan menghadapi akhir hayat dengan tenang dan dalam iman
6. Perawatan Paliatif Pasien Kanker
Menurut WHO dalam Rasjidi, 2010 adalah pendekatan yang meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga mereka dalam menghadapi masalah terkait dengan penyakit yang mengancam nyawa, melalui pencegahan dan pengurangan penderitaan dengan cara identifikasi dini, pemeriksaan yang baik dan terapi rasa sakit dan masalah lainnya, fisik, psikososial, dan spiritual.a. Perawatan paliatif menyangkut :· Mengurangi atau menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang mengganggu· Membuat pasien mengerti bahwa proses hidup dan mati adalah sesuatu yang wajar· Tidak bermaksud untuk mempercepat ataupun menunda kematian· Mengintergasikan aspek psikologi dan spiritual dari perawatan pasien· Menawarkan sistem pendukung untuk membantu pasien hidup seaktif mungkin sampai saat kematian· Menawarkan sistem pendukung untuk membantu keluarga agar dapat menerima kenyataan dan menyikapi penyakit pasien dengan baik· Menggunakan pendekatan kelompok untuk mengetahui kebutuhan pasien dan keluarganya, termasuk konseling· Meningkatkan kualitasa hidup dan dapat juga mempengaruhi perjalanan penyakit secara positif· Dapat diterapkan dini saat perjalanan penyakit, digabung dengan terapi lainnya yang berusaha untuk memperpanjang hidup, seperti kemoterapi dan radioterapi, termasuk usaha untuk mengetahui dan mengatasi komplikasi klinin yang mengganggu.b. Kualitas HidupTujuan utama dari terapi paliatif adalah peningkatan kualitas hidup pasien, bagaimana kualitas hidup yang diinginkan oleh penderita dan bagaimana cara meraih dan mencapainya. Jennifer J. Clinch dan Harvey Schipper dalam Rasjidi (2010) memberikan 10 dimensi kualitas hidup yang mendekati parameter untuk pengukuran objektif sebagai pedoman. 10 dimensi kualitas hidup tersebut antara lain:· Kondisi fisik (gejala dan nyeri)· Kemampuan fungsional (aktivitas)· Kesejahteraan keluarga· Kesejahteraan emosi· Spiritual· Fungsi sosial· Kepuasan pada layanan terapi (termasuk pendanaan)· Orientasi masa depan (rencana dan harapan)· Seksualitas (termasuk body image)· Fungsi okupasic. Faktor-faktor yang perlu dikaji pada pasien kanker yang memerlukan perawatan paliatif :1) Faktor FisikPada kondisi terminal atau menjelang ajal klien dihadapkan pada berbagai masalah pada fisik. Gejala fisik yang ditunjukan antara lain perubahan pada penglihatan, pendengaran, nutrisi, cairan, eliminasi, kulit, tanda-tanda vital, mobilisasi, nyeri. Perawat harus mampu mengenali perubahan fisik yang terjadi pada klien, klien mungkin mengalami berbagai gejala selama berbulan-bulansebelum terjadi kematian. Perawat harus respek terhadap perubahan fisik yang terjadi pada klien terminal karena hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dan penurunan kemampuan klien dalam pemeliharaan diri.2) Faktor PsikologisPerubahan Psikologis juga menyertai pasien dalam kondisi terminal. Perawat harus peka dan mengenali kecemasan yang terjadi pada pasien terminal, harus bisa mengenali ekspresi wajah yang ditunjukan apakah sedih, depresi, atau marah. Masalah psikologis lain yang muncul pada pasien terminal antara lain ketergantungan, kehilangan harga diri dan harapan. Perawat harus mengenali tahap-tahap menjelang ajal yang terjadi pada klien terminal.3) Faktor SosialPerawat harus mengkaji bagaimana interaksi pasien selama kondisi terminal, karena pada kondisi ini pasien cenderung menarik diri, mudah tersinggung, tidak ingin berkomunikasi, dan sering bertanya tentang kondisi penyakitnya. Ketidakyakinan dan keputusasaan sering membawa pada perilaku isolasi. Perawat harus bisa mengenali tanda klien mengisolasi diri, sehingga klien dapat memberikan dukungan social bisa dari teman dekat, kerabat/keluarga terdekat untuk selalu menemani klien.4) Faktor SpiritualPerawat harus mengkaji bagaimana keyakinan klien akan proses kematian, bagaimana sikap pasien menghadapi saat-saat terakhirnya. Apakah semakin mendekatkan diri pada Tuhan ataukah semakin berontak akan keadaannya. Perawat juga harus mengetahui disaat-saat seperti ini apakah pasien mengharapkan kehadiran tokoh agama untuk menemani disaat-saat terakhirnya.
DAFTAR ISI
Nur Fitria Cemy. 2010 . Palliative Care Pada Penderita Penyakit Terminal . GASTER. Vol.7 No.1Akper PKU Muhammadiyah SurakartaAnita. Perawatan Paliatif Dan Kualitas Hidup Penderita Kanker . Politeknik Kesehatan TanjungkarangFKUI. 2018. Perawatan Paliatif bagi Pasien Kanker Stadium Lanjut. Sumber: https://www.ui.ac.id/perawatan-paliatif-bagi-pasien-kanker-stadium-lanjut/. Diakses pada tanggal 27 Oktober 2019.
KEPMENKES RI NOMOR: 812/ MENKES/SK/VII/2007 Tentang Kebijakan Perawatan Palliative Menteri Kesehatan Republik Indonesia.Rasjidin, Imam. 2010. Perawatan Paliatif Supportif & Bebas Nyeri pada Kanker. Jakarta:CV. Sagung Seto
Sunday, October 27, 2019
PERAWATAN PALIATIF MENGURANGI NYERI PASIEN KANKER
Labels:
kanker,
nyeri kanker,
nyeri pada pasien kanker,
Paliatif,
paliatif care pasien kanker,
pasien kanker,
perawatan paliatif nyeri pada pasien kanker
Subscribe to:
Comments (Atom)
